id.news


Angka-angka tersebut menunjukkan perubahan bersejarah dalam dunia Katolik global.

Data terbaru dari Vatikan menunjukkan bahwa jumlah imam di seluruh dunia hanya bertambah 425 pada tahun 2024, sehingga mencapai 407.421.

Perbedaan antarwilayahnya sangat mencolok.

Eropa kehilangan 2.483 imam dalam satu tahun, sementara Afrika bertambah 1.676 dan Asia bertambah 1.065. Penurunan di Eropa hampir mengimbangi peningkatan di wilayah lain.

Sementara itu, Afrika telah melampaui Eropa dalam jumlah umat Katolik yang telah dibaptis: 288,3 juta dibandingkan dengan 287,2 juta. Afrika juga merupakan satu-satunya benua di mana baik suster religius maupun calon imam mengalami peningkatan.

Gambaran global mengenai panggilan imamat di masa depan kurang menggembirakan. Jumlah calon imam turun sebanyak 2.891 menjadi 103.604, atau penurunan sebesar 2,7% dalam satu tahun. Jumlah suster religius juga berkurang sebanyak 9.292.

Mungkin angka yang paling mencolok berkaitan dengan kehadiran misionaris Gereja: dari 111.602 pos misi di seluruh dunia, lebih dari 96% di antaranya tidak memiliki imam tetap.

Di saat yang sama, populasi Katolik telah bertambah menjadi 1,422 miliar, meningkat sebesar 16,7 juta dalam satu tahun.

Terjemahan AI
3